Container Icon

feature M Rikza Chamami




Asam Manis Kehidupan
M. Rikza Chamami
 

M Rikza Chamami
Bonsai, begitulah sebutan M. Rikza Chamami kala kecil. Sebutan itu di tujukan karena memiliki postur yang kecil. Ramah dan santai adalah ciri khas dalam kehidupannya. Rikza sukses menyelesaikan studinya di jenjang S2 sebagai mahsiswa terbaik, yang tentunya tidak lepas dari dukungan orang tua dan keluarga.
Rikza memulai pendidikan di Tk Nawa Kartika Kudus selama dua tahun. Melanjutkan pendidikan SD dengan alamamater yang sama  selama enam tahun dan ingatn yang tak terlupa kepada kepala sekolahnya yaitu bu Sur. Rikza masih ingat betul kenangan masa kecilnya, ketika dimarahi guru IPA karena usil kepada teman perempuannya,  menonjok temannya yang bernama Kholif dan yang paling utama berangkat sekolah diantar oleh bapaknya menggunakan ‘sepeda jengki” .  Setelah tamat SD Nawa Kartika, Rikza mengulang dua tahun ddan duduk di kelas 5 MI Qudsiyyah Kauman Kudus karena materi arab harus diulang kembali. Jenjang MTs dan MA Rikza melanjutkan di yayasan yang sama yaitu Qudsiyyah Kauman Kudus . Program S1 dotempunya di IAIN Walisongo Semarang jurusan Kependidikan Islam sebagai program mayor dan Pendidikan Bahasa Arab sebagai program minor. Tahun 2004 Rikza diwisuda dan mendapat gelar sebagai mahasiwa terbaik dengan IPK 3,72 dengan skripsi berjudul “ Konsep Pendidikan Neomodernisme Fazlur rahman dan Implikasinya dalam pendidikan Islam”. Skripsinya mendapat penghargaan sebagai skripsi terbaik dalam Puslit Award, dengan tebal 260 halaman. Hanya dengan waktu satu setengah tahun Rikza memperoleh gelar Master Studi Islam (MSI) dengan predikar camlaude dan sebagai mahasiswa terbaik S2 Program Studi Pendidikan Islam dengan tesis “Nilai-nilai Pendidikans Sufistik: Studi Interaksi Guru-Murid Tarekat di Kudus”  dan sekarang, ia menjalani pendidikan demi menempuh gelar Doktor di UIN Walisongo Semarang jurusan Studi Islam.Selama menempuh pendidikan, Rikza memperoleh beberpa beasiswa, diantaranya beasiswa Djarum, beasiswa IAIN, Bupati Kudus, dan masih banyak lagi.
Sejak menginjak bangku sekolah pria yang disapa Rikza ini aktif dalam dunia keorganisasiaan diantaranya PKS Bhayangkara Polres Kudus, Kader Disipliner nasional  Kodim, Forum Komunikasi Antar Pelajar (FKAP), Pemred Majalah EDUKASI, PMII, dan masih banyak organisasi yang dinaunginya. Tidak sekedar aktif organisasi, dalam karya tulis menulispun tidak kalah. Berbagai tulisannya juga dipublkasikan di bebagai media cetak, misalnya Masyarakat Madani Model Sunan Kudus, kenaikan BBM, Fenomena Solidaritas Ibadah Puasa dan masih banyak lagi karyanya yang terpublikasi.Rikza juga menulis beberapa buku diantaranya Studi Islam Kontemporer, Pendidikan Neomodernisme dan lain-lain. Rikza memulai pekerjaannya di Staf Peneliti CerMIN (Central Riset dan Manajemen Informasi), Asisten Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, Staf Redaksi Majalah Al-Mihrab, Staf Administrasi PanPel PSIS Semarang, Staf Ahli Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan akhirnya menjadi  Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
Pria kelahiran Kudus, 20  Maret 1980 ini bukan termasuk kategori anak orang kaya. Tepat pada hari Munggu, 12 September 2004 Rikza melakukan akad nikah dengan seorang wanita bernama Yolha Ulfana dan sekarang telah dikaruniai dua anak yitu Iqlima Naqiyya dan M. Ijlal Azamy . Rikza Dilahirkan dari pasangan Chamami Tolchah pembuat sandal di desa Krandon dan Masfiyah Masruhan. Latar belakang inilah yang membuat Rikza harus ekstra lebih keras dalam hidupnya, termasuk mengurangi aktivitas bermain di masa kecil.  Setelah pulang sekolah mulai pukul 14.00-16.00 harus bekerja di buliknya, bahkan pernah  selama bulan Ramadhan Rikza tidak masuk sekolah karena jualan sandal di pasar bersama pamannya demi bayar uang sekolah.  Semester 2 adalah awal Rikza berlatih menulis dan bekerja sebagai tukang rental.Gaji tetap diperolehnya ketika kelahiran anak pertama. Keadaan seperti itulah yang dilalui Rikza dalam merasakan asam manis kehidupan. Prinsip yang selalu diembannya sejak kecil yaitu “ Orang hidup yang penting ngalir, apa yang kita miliki kita jalani, hidup apa adanya dan hidup tanpa pamrih”.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar